Minggu lalu aku memutuskan untuk pergi ke klinik. Setelah beberapa kali menunda-nunda, sampai akhirnya aku merasa ada yang sangat tidak beres dalam diriku. Dan benar saja, setelah berkonsultasi dengan dokter. Aku memang sedang tidak baik-baik saja.
Aku rasa sangat wajar tubuhku meminta untuk lebih diperhatikan. Setengah tahun terakhir, aku berduka. Banyak yang pergi dan sedikit pengganti. Hal itu membuatku tidak peduli dengan apapun yang tubuhku rasakan. Lagi-lagi, terasa sangat menyedihkan.
Aku memutuskan untuk kembali ke rutinitasku seperti tahun lalu. Rutin berolahraga, menjaga pola makan, tidur tepat waktu, dan menulis untuk mengurai semua kecemasan yang aku rasakan.
Akhir-akhir ini aku menyadari banyak hal, salah satunya adalah hal yang ingin aku tulis sekarang.
Aku sadar, ternyata semakin bertambahnya usia, semakin banyak yang harus dikorbankan. Tuhan memberiku semuanya dan suatu hari akan diambil-Nya kembali. Dia memberiku semua yang aku butuhkan. Dan untuk keinginan yang belum tercapai, mungkin memang belum saatnya untuk aku terima.
Ada banyak hal yang tidak aku sukai dalam bertambahnya usia dan fase kedewasaan ini. Selain harus pergi ke klinik sendiri, aku menjadi tidak suka dengan vibes hari ulang tahun. Memang bukan budaya agamaku merayakan itu, tapi aku pikir mengingat dan menciptakan momen khusus sehari dalam setahun itu tidak masalah. Bulan ini rekan kerjaku banyak yang ulang tahun, aku dan yang lainnya mengucapkan selamat dan memberi sedikit hadiah. Kami semua tersenyum dan tertawa bahagia. Tapi ada sedikit yang mengganjal hatiku. Senyum dan tawa bahagia yang muncul terasa sangat hambar. Mungkin karena tadi, semakin kita bertambah usia, tuntutan untuk menjadi dewasa dan menjalani hidup yang harus mulai terarah menjadikan momen itu sangat menakutkan.
Ingat sekali, perayaan ulang tahun yang aku dapatkan ketika masih sekolah dasar dirumahku. Aku dan teman-teman serta semua anggota keluargaku yang hadir pada hari itu, mereka bernyanyi, tertawa bahagia diselimuti ketulusan yang begitu menghangatkan dan itu sangat menyenangkan.
“Selamat ulang tahun, semoga panjang umur dan sehat selalu.”
Ucapan dan doa yang selalu didapatkan ketika ulang tahun, sekarang terasa sangat berarti.
Banyak yang hampir menyerah dengan hidupnya, bahkan ada yang memilih untuk menyerah. “Semoga panjang umur...” menjadi salah satu harapan baru disetiap tahunnya. Tidak akan pernah sesuai ekpektasi memang, tapi dengan adanya hari ulang tahun itu, rasanya aku bisa menekan tombol jeda untuk satu hari dan mulai mengevaluasi segalanya tentang apa yang terjadi di hidupku setahun kebelakang. Aku bisa merancang kembali rencana hidupku kedepannya, dan menjadikan masa kini sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri.
Yang aku sadari sekarang, semakin dewasa dan bertambah usia, hari ulang tahun itu menjadi salah satu momen yang ‘mengkhawatirkan’ bagi banyak orang termasuk diriku. Tapi apakah kita masih bisa membuat satu hari itu menjadi hari yang sangat penuh dengan kebahagian? Tidak ada kekhawatiran, kesedihan dan kekecewaan? Sedikit kemungkinan. Tapi mungkin masih bisa diusahakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar